Di Kerajaan Ngupi, Yang Paling Pahit Bukan Kopinya
Di Kerajaan Ngupi, Yang Paling Pahit Bukan Kopinya Di ujung galaksi sana, ada sebuah kerajaan bernama Ngupi. Di sana, kopi bukan sekadar minuman, tapi juga obat bagi jiwa yang lelah. Raja mendirikan Badan Kopi Poldemor, atau BKP, yang menanggung biaya secangkir kopi rakyatnya. Semua tampak indah di atas kertas. Tapi di balik aroma kopi yang hangat, ada para barista dan pemilik kafe yang harus menalangi semuanya lebih dulu, menunggu pembayaran yang kadang datang terlambat, kadang dipotong, bahkan kadang diminta kembali setelah uangnya habis dibelanjakan. Anehnya lagi, harga satu cangkir kopi tak boleh naik, sementara biji kopi, susu, gula, listrik, air, dan sewa terus merangkak naik. Ada barista bernama Bojreng bekerja di salah satu kafe di kerajaan itu. Upah si Bojreng berasal dari sisa setelah semua biaya dipotong. Artinya, ketika harga bahan naik dua puluh persen dan harga jual tetap, bagian yang Bojreng terima bisa mengecil, bahkan mungkin hilang. Ada saat ketika pelanggan meminta ...









