Menstruasi itu sebenarnya bukan cuma urusan rahim dan indung telur, tapi juga urusan kepala dan tubuh secara keseluruhan. Saat seseorang terlalu sering overthinking, galau berkepanjangan, stres, atau hidup dalam tekanan, yang pertama “terganggu” justru pusat pengatur hormon di otak. Hipotalamus dan hipofisis yang biasanya bekerja seperti jam otomatis bisa jadi bingung kirim sinyal.Ditambah lagi, kalau berat badan terlalu turun atau terlalu naik, sinyal ini makin kacau karena lemak tubuh ikut berperan dalam produksi dan penyimpanan hormon estrogen. Terlalu kurus membuat tubuh merasa “kekurangan energi” sehingga ovulasi dimatikan, sementara terlalu gemuk membuat estrogen berlebihan dan tidak stabil. Akibatnya, ovarium tidak dapat perintah yang jelas untuk mematangkan dan melepas telur, hormon estrogen–progesteron jadi naik-turun nggak karuan, dan akhirnya haid bisa telat, terlalu sedikit, terlalu banyak, atau malah berhenti. Di USG rahim dan ovarium bisa tampak normal semua, tapi “kabel pengontrol”-nya di otak dan sistem metabolisme sedang kacau karena beban pikiran dan berat badan yang tidak seimbang.
Itulah kenapa banyak perempuan yang haidnya berantakan di masa-masa penuh tekanan atau perubahan berat badan: lagi capek mental, banyak masalah, kurang tidur, diet ekstrem, atau justru makan berlebihan tanpa terkontrol. Tubuh membaca stres dan ketidakseimbangan ini seperti sedang dalam kondisi “bahaya”, sehingga fungsi reproduksi dianggap bukan prioritas. Secara biologis, tubuh seperti berkata, “Kalau hidup lagi ribet dan tubuh lagi nggak stabil begini, buat apa menyiapkan kehamilan?” Maka sistem hormon diturunkan atau jadi tidak sinkron, ovulasi bisa berhenti, dan menstruasi ikut terganggu — padahal rahim dan ovarium tidak rusak sama sekali.
Nah, kabar baiknya, sistem ini juga gampang diajak “baikan”. Makan yang bener, nggak ekstrem diet, cukup protein, lemak baik, dan karbohidrat, jaga berat badan tetap sehat, plus gerak badan walau cuma jalan kaki, itu sudah seperti menekan tombol reset buat hormon. Tapi yang paling penting justru sering dilupakan: berdamai dengan pikiran sendiri. Kurangi overthinking, belajar berhenti sejenak, tidur cukup, dan jangan terus memarahi diri sendiri. Saat pikiran lebih tenang dan tubuh lebih seimbang, otak kembali kirim sinyal yang rapi ke ovarium, hormon jadi lebih stabil, dan haid pun biasanya ikut pelan-pelan kembali ke jalurnya.
Kalau ada yang kurang jelas silahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, ke dokter atau dokter kandungan yang ada disekitarnya
Catatan Mas Bojreng
#GangguanHaid #HormonWanita #StresDanHaid #SiklusMenstruasi #KesehatanWanita
#catatanmasbojreng #masbojreng