Aku menggendongmu, Aulia,
dalam sunyi yang tak bersuara.
Tubuh kecilmu dingin,
seperti fajar yang batal terbit.
Engkau belum sempat mengeja dunia,
belum menyusu pada hangat dada ibumu.
Namun aku telah mencintaimu,
sejak namamu bergetar di doa kami.
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.
Kita milik-Nya, dan pulang kepada-Nya.
Aku melepasmu dengan tangan gemetar,
ke tanah yang lebih lembut dari dadaku.
Allaahummaghfir laha warhamha wa ‘aafiha wa’fu ‘anha.
Ampuni dan rahmati putriku.
Jadikan kuburnya taman cahaya,
bukan liang yang sunyi.
Aulia, engkau pengingatku.
Bahwa setiap tangan akan bersaksi,
seperti disebut dalam Surah Yasin ayat 65.
Maka aku bekerja, menjaga amanah,
dengan idealisme dan integritas yang tak boleh mati.
Mas Bojreng tiada kata
#GrievingFather #StillbornAngel #InnaLillahi #GoneTooSoon #EternalLove
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng


No comments:
Post a Comment