Tuesday, February 17, 2026

Nduk, Separuh Denyutku


Enam belas tahun lalu,

sebagian denyutku berhenti.
Kulihat layar itu sunyi,
jantung kecilmu tak lagi bernyanyi.

Aku harus tegak berdiri,
tak boleh retak di wajah ini.
Ibumu menyimpan laut di matanya,
kami saling kuatkan dalam diam.

Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji’un.

Allah lebih sayang padamu, nduk,
belum sempat kudengar tangismu.
Kau pulang sebelum kupeluk,
namun kau tinggal, jadi pengingat hidupku selalu.

Mas Bojreng dalam diam

#GrievingFather #SilentStrength #EternalLove #GoneTooSoon #FaithThroughLoss
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

No comments:

Post a Comment

Nduk, Separuh Denyutku

Enam belas tahun lalu, sebagian denyutku berhenti. Kulihat layar itu sunyi, jantung kecilmu tak lagi bernyanyi. Aku harus tegak berdiri,...