Topeng dan Kursi Empuk
Di The Batman versi matt Reeves, sosok The Riddler tuh bukan sekadar villain gila biasa, tapi dia kayak refleksi marahnya warga kelas bawah yang udah capek lihat elite Gotham pura-pura bersih padahal sistemnya korup banget. Dia ngerasa banyak pejabat, polisi, bahkan orang kaya yang ngubek-ngubek kota ini dari balik layar, sementara orang kecil terus kecemplung dalam penderitaan — makanya dia milih target-target yang berdasi duluan, bukan sekadar perampok jalanan biasa. Aksi-aksinya yang sadis, termasuk bunuh walikota dan komisaris polisi, tuh sebenarnya adalah cara dia nunjukin, “Gotham ini busuk dari atas sampai bawah,” sambil bikin Batman dan penonton mikir ulang soal apa itu keadilan sejati.Motivasinya muncul kuat dari rasa kecewa terhadap elite kota yang membiarkan sistem gagal, terutama mereka yang dia anggap bertanggung jawab atas penderitaan kelas bawah sejak masa kecilnya. Dia nggak cuma mencabut topeng kriminal dari warga biasa, dia menautkan murkiness itu langsung ke struktur kekuasaan dengan target-target seperti walikota, jaksa, bahkan bos mafia yang berdiri di balik politik dan dana publik. Pendekatannya sadis dan ekstrem, tapi jelas dia mau memaksa warga Gotham – termasuk Batman – untuk sadar: korupsi itu bukan sekadar latar belakang cerita, tapi akar dari semua kejahatan besar di kota itu
Sindiran Riddler ke Batman juga keren, dia pernah bilang, “Me? I’m nobody. I’m just an instrument, here to unmask the truth about this cesspool we call a city. Let’s do it together, okay?” yang intinya mengejek bahwa Batman seharusnya jadi sekutu dalam membongkar kebusukan itu, bukan hanya ngejar kriminal jalanan, karena dia semacam ngejek pahlawan bertopeng itu buat nggak sekadar ngejar kriminal kecil doang.
Dalam filmnya, Riddler sampe bilang sesuatu yang nancep banget kayak “For the Batman” di pesan-pesannya — intinya dia nganggap Batman punya peran penting buat ngungkap kebenaran, bukan cuma ngedorong tersangka ke penjara. Sementara Batman masih ngejaga aturan “jangan bunuh,” Riddler terus nyubit logika itu dengan teka-teki dan kekerasan: kalo sistemnya sendiri rusak, seberapa jauh Batman boleh ngasih kredit buat hukum yang sama? Sikapnya ini bikin dia bukan sekadar antagonis misterius, tapi kayak kritik tajam terhadap cara Gotham ngurus keadilan.
Dan teka-tekinya yang paling nyerempet kritik sosial, “If you are justice, please do not lie… What is the price for your blind eye?” itu bukan cuma soal permainan kata — dia lagi nancepin jempol ke sistem hukum Gotham yang katanya “adil” tapi menutup mata terhadap kejahatan para pejabat.
Dengan gaya yang seperti bilang “selama kau pura-pura bersih, Batman, kau cuma ngebenerin hal kecil aja,” Riddler secara nggak langsung mengolok-olok cara Batman menangani kejahatan, sambil nunjukin bahwa korupsi itu jauh lebih berbahaya daripada geng jalanan biasa.
Topeng dan Kursi Empuk
Kota tenggelam, kursi tetap empuk.
Janji bersih, tangan masih lengket.
Lampu sorot padam saat uang bicara.
Rakyat berteriak, rapat lanjut makan malam.
Datang teka-teki, bukan untuk main.
Ia bongkar luka yang disembunyikan jas mahal.
Pahlawan ragu, penguasa pura-pura tuli.
Gotham retak karena yang atas terlalu nyaman.
Mas Bojreng si Batman Gembul
#TheBatman #Riddler #GothamCity #DCUniverse #Vengeance
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng
#catatanmasbojreng #masbojreng



Comments
Post a Comment