Wednesday, January 28, 2026

Di Balik Pintu

Di Balik Pintu

Lima belas tahun lalu aku menunggu,
di sisi luar pintu operasi.
Bukan lagi tangan yang bekerja,
hanya hati yang berdoa.

Aku suami, bukan dokter.
Ilmu berhenti, iman maju.
Suara langkah dan bisik medis,
mengalir dari celah pintu.

Aku pasrah pada-Mu, ya Allah.
Menanti tangis pertamamu.
Barokallahu laka fil mawhuubi laka,
doa lahir bersama napasmu.

Barokallahu laka fil mawhuubi laka wa syakarta al waahib, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu

Catatan Mas Bojreng 15 tahun yang lalu

#LifeMoments #FaithJourney #Fatherhood #GratefulHeart #TimelessStories
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

Sunday, January 25, 2026

Rak yang Tak Pernah Penuh

Sejak kecil saya selalu punya mimpi agak “nggak masuk akal” versi anak-anak: satu ruangan penuh buku, dari tembok ke tembok, dari lantai sampai langit-langit. Rak kayu, bau kertas, dan sunyi yang ramah. Mimpi itu tiba-tiba muncul lagi waktu nonton drama Korea Can This Love Be Translated?, tepatnya saat kamera menyorot perpustakaan di rumah kakek Joo Ho-jin. Di ceritanya, kakek dari pihak ibu itu seorang cendekiawan, kolektor buku kelas berat—bahkan di episode terakhir disebut punya satu buku cetakan pertama Charles Dickens, meski judulnya dirahasiakan. Entah kenapa, adegan itu rasanya hangat dan bikin iri dalam cara yang menyenangkan: betapa asyiknya hidup dikelilingi buku, bukan cuma dibaca, tapi disimpan sebagai jejak waktu.

Sampai sekarang kebiasaan itu masih kebawa. Kalau ketemu buku yang menarik, refleksnya beli dulu—soal dibaca kapan, itu urusan nanti. Soalnya saya sering ngalamin, buku yang dulu sempat saya beli, sekarang malah sudah nggak ada lagi di pasaran. Hilang begitu saja. Dan lucunya, buku-buku ini bukan cuma ngumpulin debu atau nostalgia; hidup saya juga pernah belok gara-gara buku. Saya ketemu cinta saya pun bermula dari buku yang saya pinjam—baik itu catatan sekolah atau novel, haha. Yang jelas, dari rak buku kecil itu, ceritanya jadi panjang.

Rak yang Tak Pernah Penuh

Sejak kecil aku bermimpi sunyi,
dinding penuh buku sampai langit.
Kayu, kertas, dan waktu,
tersimpan rapi tanpa suara.

Aku membeli sebelum hilang,
membaca nanti, entah kapan.
Dari buku aku bertemu cinta,
rak kecil, cerita yang panjang.

Catatan Mas Bojreng

#BookLovers #ReadingLife #DreamLibrary #KDramaVibes #StoryOfLife
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

Friday, January 23, 2026

Langkah yang Dijaga


Pak Yunus melangkah pelan,

payung kecil menantang hujan.
Wajahnya tenang, senyumnya doa,
masjid selalu menemukan beliau.

Suaranya memanggil langit,
aku berdiri dengan malu.
Ya Allah,
aku sering kalah oleh alasan.

Jangan Kau cabut nikmat ini,
nikmat bersujud dan bercakap.
Dalam diam paling jujur,
aku dekat tanpa jarak.

Jika kelak kakiku gemetar,
jangan hukum aku dengan kehilangan.
Biarkan langkah ini lurus,
lillahi ta’ala, dan tiada yang lain.

Pengingat diri Mas Bojreng

#Faith #InnerPeace #LifeReflections #Gratitude #SpiritualJourney
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

Friday, January 16, 2026

Di Ambang Sujud

Di Ambang Sujud

Ya Allah,
jangan kau cabut nikmat sujudku,
biarkan dahiku
tetap pulang pada-Mu.

Ampunan-Mu kupinta
dengan napas yang gemetar,
belas kasih-Mu
adalah satu-satunya harap.

Jangan jauhkan aku
dari pintu masjid-Mu,
sebab di sanalah
hatiku kembali utuh.

Jika dunia mengusirku,
izinkan sajadah-Mu memelukku,
agar aku tetap hidup
di hadapan-Mu.

Mas Bojreng
 27 Rajab 1447 H.

#SpiritualJourney #FaithOverFear #InnerPeace #PrayerLife #MindfulLiving
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

Thursday, January 15, 2026

Kenapa Berat Badan dan Stres Bisa Ngacak Siklus Haid?

Menstruasi itu sebenarnya bukan cuma urusan rahim dan indung telur, tapi juga urusan kepala dan tubuh secara keseluruhan. Saat seseorang terlalu sering overthinking, galau berkepanjangan, stres, atau hidup dalam tekanan, yang pertama “terganggu” justru pusat pengatur hormon di otak. Hipotalamus dan hipofisis yang biasanya bekerja seperti jam otomatis bisa jadi bingung kirim sinyal.

Ditambah lagi, kalau berat badan terlalu turun atau terlalu naik, sinyal ini makin kacau karena lemak tubuh ikut berperan dalam produksi dan penyimpanan hormon estrogen. Terlalu kurus membuat tubuh merasa “kekurangan energi” sehingga ovulasi dimatikan, sementara terlalu gemuk membuat estrogen berlebihan dan tidak stabil. Akibatnya, ovarium tidak dapat perintah yang jelas untuk mematangkan dan melepas telur, hormon estrogen–progesteron jadi naik-turun nggak karuan, dan akhirnya haid bisa telat, terlalu sedikit, terlalu banyak, atau malah berhenti. Di USG rahim dan ovarium bisa tampak normal semua, tapi “kabel pengontrol”-nya di otak dan sistem metabolisme sedang kacau karena beban pikiran dan berat badan yang tidak seimbang.

Itulah kenapa banyak perempuan yang haidnya berantakan di masa-masa penuh tekanan atau perubahan berat badan: lagi capek mental, banyak masalah, kurang tidur, diet ekstrem, atau justru makan berlebihan tanpa terkontrol. Tubuh membaca stres dan ketidakseimbangan ini seperti sedang dalam kondisi “bahaya”, sehingga fungsi reproduksi dianggap bukan prioritas. Secara biologis, tubuh seperti berkata, “Kalau hidup lagi ribet dan tubuh lagi nggak stabil begini, buat apa menyiapkan kehamilan?” Maka sistem hormon diturunkan atau jadi tidak sinkron, ovulasi bisa berhenti, dan menstruasi ikut terganggu — padahal rahim dan ovarium tidak rusak sama sekali.

Nah, kabar baiknya, sistem ini juga gampang diajak “baikan”. Makan yang bener, nggak ekstrem diet, cukup protein, lemak baik, dan karbohidrat, jaga berat badan tetap sehat, plus gerak badan walau cuma jalan kaki, itu sudah seperti menekan tombol reset buat hormon. Tapi yang paling penting justru sering dilupakan: berdamai dengan pikiran sendiri. Kurangi overthinking, belajar berhenti sejenak, tidur cukup, dan jangan terus memarahi diri sendiri. Saat pikiran lebih tenang dan tubuh lebih seimbang, otak kembali kirim sinyal yang rapi ke ovarium, hormon jadi lebih stabil, dan haid pun biasanya ikut pelan-pelan kembali ke jalurnya.

Kalau ada yang kurang jelas silahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, ke dokter atau dokter kandungan yang ada disekitarnya

Catatan Mas Bojreng

#GangguanHaid #HormonWanita #StresDanHaid #SiklusMenstruasi #KesehatanWanita
#catatanmasbojreng #masbojreng

Friday, January 9, 2026

Kertas yang Mengalah


Aku menulis namaku di kertas sunyi.

Tinta bergetar seperti nadi yang ragu.
Di setiap huruf, ada pengakuan.
Bahwa aku belum tentu pantas.

Aku menatap diriku tanpa cermin.
Kulihat kekurangan lebih jelas dari cahaya.
Bukan karena aku membenci diri,
tapi karena aku ingin jujur.

Ada jalan yang bukan rumahku.
Ada tugas yang bukan napasku.
Meski kulalui dengan patuh,
hatiku tak pernah benar-benar tinggal.

Biarlah yang lebih rindu melangkah.
Yang lebih mampu memikul beban.
Aku menyerahkan dengan lapang,
sebab keikhlasan adalah bentuk keberanian.

Mas Bojreng dalam guanya

#SelfReflection #LettingGo #InnerPeace #HealingJourney #PoetryLovers
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

Tuesday, January 6, 2026

No Pork No Lard Belum Tentu Halal: Saat Label Kecil Menentukan Besar Ketenangan Hati

Sebagai penikmat kuliner, buat saya soal enak atau tidak enak itu memang selera masing-masing, tidak bisa dipukul sama rata. Yang satu suka pedas, yang lain suka manis — itu sah-sah saja.

Namun ketika bicara soal halal dan haram, kita tidak bisa sembarangan ikut label atau tulisan “no pork / no lard” di tempat makan. Itu cuma indikasi, bukan jaminan otomatis halal. Sebab dalam Islam, halal dan haram soal makanan itu bukan sekadar label marketing, tapi ada kriteria yang jelas dari Al-Qur’an dan hadits yang sudah ditetapkan ulama berdasarkan dalil.

Didalam surah Al-Ma’idah ayat 3, Allah sudah memberi list yang super jelas: ada bangkai, darah, daging babi, sampai hewan yang disembelih bukan atas nama Allah — termasuk yang mati karena jatuh, dipukul, atau cara nggak wajar. Artinya sederhana: halal itu bukan cuma soal “nggak ada pork”, tapi soal apa dan bagaimana makanan itu sampai ke piring kita. Karena buat orang beriman, yang masuk ke tubuh bukan cuma urusan perut… tapi juga urusan hati dan hubungan kita sama Allah.

Dalam hadits, Rasulullah ﷺ pernah ngingetin bahwa orang yang tubuhnya tumbuh dari makanan haram itu doanya bisa “mentok”, susah naik, susah dikabulkan. Jadi bukan cuma soal kenyang atau enak, tapi apa yang kita masukin ke tubuh itu pelan-pelan ngebentuk hati, pikiran, bahkan nasib kita sendiri. Kadang kita heran, “kok doa gue kayak jauh ya?” padahal bisa jadi jawabannya ada di piring kita.

Dan Islam itu sebenarnya adil dan simpel: semua makanan itu halal, kecuali yang memang jelas Allah dan Rasul-Nya haramkan. Tapi justru karena itu kita juga nggak boleh santai. Jadi pas lihat tulisan “no pork, no lard”, jangan langsung merasa aman. Cek juga, jangan-jangan ada mirin, angciu, alkohol, darah, atau proses sembelih yang nggak sesuai. Soalnya yang kita cari bukan cuma rasa enak, tapi juga rasa tenang di hati — karena yang masuk ke badan hari ini, ikut nentuin siapa kita di hadapan Allah nanti.

Yang penting tetap jaga agar apa yang masuk ke tubuh sesuai tuntunan syariat, sehingga bukan hanya lidah yang puas, tapi juga hati tetap tenang.

Catatan Mas Bojreng pagi ini

Saya rangkum dari

https://rumaysho.com/958-makanan-yang-diharamkan-dalam-al-quran.html

https://rumaysho.com/tag/makanan-halal

https://almanhaj.or.id/2062-makanan-haram.html

https://rumaysho.com/2185-pengaruh-makanan-yang-haram.html

#HalalFood #MuslimLifestyle #EatClean
#catatanmasbojreng #masbojreng

Thursday, January 1, 2026

Di Tengah Pukulan, Aku Menemukan-Mu

Sepanjang tahun ini rasanya hidup seperti ring tinju—pukulan datang dari berbagai arah, makin lama makin keras. Ada hari-hari aku cuma bisa terhuyung, bahkan sempat jatuh dan tergeletak, nyaris lupa rasanya berdiri tegak. Tapi entah bagaimana, selalu ada sisa tenaga untuk bangkit lagi. Bahkan sampai hari terakhir kemarin pun, masih ada satu jab yang bikin napas tertahan dan langkah goyah. Capek, iya. Lelah, pasti. Tapi menyerah? Tidak. Karena di balik semua benturan itu, aku masih memilih untuk berdiri, meski lutut gemetar.


Justru di tengah badai itu aku makin menemukan-Mu, ya Allah. Saat semua terasa sempit, ayat itu terus terngiang dan jadi pegangan: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6). Aku membacanya pelan-pelan, seperti mengikatkan harapan di dada yang hampir runtuh. Lalu aku kembali pada satu hal yang paling sederhana tapi paling menenangkan: istighfar. Menghela napas, memohon ampun, dan percaya… bahwa bahkan di hari paling berat pun, Allah tidak pernah benar-benar pergi.

Di Tengah Pukulan, Aku Menemukan-Mu

Aku terhuyung di lorong tak bernama
Pukulan datang seperti hujan malam
Namun di tiap retak dadaku
Ada cahaya yang menyebut nama-Mu

Di antara jatuh dan bangkit
Aku mengeja ayat-Mu perlahan
Istighfar jadi nafas yang tenang
Dan luka pun belajar pulang

Mas Bojreng 2025

#FaithInTheStorm #FindingGod #HealingThroughPrayer #RiseAfterFall #LightAfterHardship
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

You, My Answer

I love you in silent ways, you are everything I am not. In your difference, I rest, that is why I love you. You complete the spaces in m...