Thursday, January 1, 2026

Di Tengah Pukulan, Aku Menemukan-Mu

Sepanjang tahun ini rasanya hidup seperti ring tinju—pukulan datang dari berbagai arah, makin lama makin keras. Ada hari-hari aku cuma bisa terhuyung, bahkan sempat jatuh dan tergeletak, nyaris lupa rasanya berdiri tegak. Tapi entah bagaimana, selalu ada sisa tenaga untuk bangkit lagi. Bahkan sampai hari terakhir kemarin pun, masih ada satu jab yang bikin napas tertahan dan langkah goyah. Capek, iya. Lelah, pasti. Tapi menyerah? Tidak. Karena di balik semua benturan itu, aku masih memilih untuk berdiri, meski lutut gemetar.


Justru di tengah badai itu aku makin menemukan-Mu, ya Allah. Saat semua terasa sempit, ayat itu terus terngiang dan jadi pegangan: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6). Aku membacanya pelan-pelan, seperti mengikatkan harapan di dada yang hampir runtuh. Lalu aku kembali pada satu hal yang paling sederhana tapi paling menenangkan: istighfar. Menghela napas, memohon ampun, dan percaya… bahwa bahkan di hari paling berat pun, Allah tidak pernah benar-benar pergi.

Di Tengah Pukulan, Aku Menemukan-Mu

Aku terhuyung di lorong tak bernama
Pukulan datang seperti hujan malam
Namun di tiap retak dadaku
Ada cahaya yang menyebut nama-Mu

Di antara jatuh dan bangkit
Aku mengeja ayat-Mu perlahan
Istighfar jadi nafas yang tenang
Dan luka pun belajar pulang

Mas Bojreng 2025

#FaithInTheStorm #FindingGod #HealingThroughPrayer #RiseAfterFall #LightAfterHardship
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

No comments:

Post a Comment

You, My Answer

I love you in silent ways, you are everything I am not. In your difference, I rest, that is why I love you. You complete the spaces in m...