Tuesday, January 6, 2026

No Pork No Lard Belum Tentu Halal: Saat Label Kecil Menentukan Besar Ketenangan Hati

Sebagai penikmat kuliner, buat saya soal enak atau tidak enak itu memang selera masing-masing, tidak bisa dipukul sama rata. Yang satu suka pedas, yang lain suka manis — itu sah-sah saja.

Namun ketika bicara soal halal dan haram, kita tidak bisa sembarangan ikut label atau tulisan “no pork / no lard” di tempat makan. Itu cuma indikasi, bukan jaminan otomatis halal. Sebab dalam Islam, halal dan haram soal makanan itu bukan sekadar label marketing, tapi ada kriteria yang jelas dari Al-Qur’an dan hadits yang sudah ditetapkan ulama berdasarkan dalil.

Didalam surah Al-Ma’idah ayat 3, Allah sudah memberi list yang super jelas: ada bangkai, darah, daging babi, sampai hewan yang disembelih bukan atas nama Allah — termasuk yang mati karena jatuh, dipukul, atau cara nggak wajar. Artinya sederhana: halal itu bukan cuma soal “nggak ada pork”, tapi soal apa dan bagaimana makanan itu sampai ke piring kita. Karena buat orang beriman, yang masuk ke tubuh bukan cuma urusan perut… tapi juga urusan hati dan hubungan kita sama Allah.

Dalam hadits, Rasulullah ﷺ pernah ngingetin bahwa orang yang tubuhnya tumbuh dari makanan haram itu doanya bisa “mentok”, susah naik, susah dikabulkan. Jadi bukan cuma soal kenyang atau enak, tapi apa yang kita masukin ke tubuh itu pelan-pelan ngebentuk hati, pikiran, bahkan nasib kita sendiri. Kadang kita heran, “kok doa gue kayak jauh ya?” padahal bisa jadi jawabannya ada di piring kita.

Dan Islam itu sebenarnya adil dan simpel: semua makanan itu halal, kecuali yang memang jelas Allah dan Rasul-Nya haramkan. Tapi justru karena itu kita juga nggak boleh santai. Jadi pas lihat tulisan “no pork, no lard”, jangan langsung merasa aman. Cek juga, jangan-jangan ada mirin, angciu, alkohol, darah, atau proses sembelih yang nggak sesuai. Soalnya yang kita cari bukan cuma rasa enak, tapi juga rasa tenang di hati — karena yang masuk ke badan hari ini, ikut nentuin siapa kita di hadapan Allah nanti.

Yang penting tetap jaga agar apa yang masuk ke tubuh sesuai tuntunan syariat, sehingga bukan hanya lidah yang puas, tapi juga hati tetap tenang.

Catatan Mas Bojreng pagi ini

Saya rangkum dari

https://rumaysho.com/958-makanan-yang-diharamkan-dalam-al-quran.html

https://rumaysho.com/tag/makanan-halal

https://almanhaj.or.id/2062-makanan-haram.html

https://rumaysho.com/2185-pengaruh-makanan-yang-haram.html

#HalalFood #MuslimLifestyle #EatClean
#catatanmasbojreng #masbojreng

No comments:

Post a Comment

You, My Answer

I love you in silent ways, you are everything I am not. In your difference, I rest, that is why I love you. You complete the spaces in m...