Di sebuah kerumunan, selalu ada satu orang yang kelihatan paling “jadi”. Bajunya mahal, HP-nya kinclong, dompetnya tebal. Orang-orang di sekitarnya tertawa paling keras, seolah setiap candaan dia itu lucu banget. Tapi kalau diperhatiin lebih dekat, sering kali ada jarak yang aneh: yang di tengah itu justru memandang rendah, atau bahkan tidak benar-benar menganggap orang-orang yang mengelilinginya. Mereka ada bukan sebagai manusia utuh, tapi sekadar pelengkap—selama bisa menemani, mengiyakan, dan menguntungkan. Selama ada uang, selama bisa traktir, selama masih “berguna”, lingkaran itu tetap utuh. Begitu semua itu hilang, biasanya yang tersisa cuma sunyi.
Di titik ini, kalimat ini terasa jujur sekaligus getir: “Seandainya engkau tahu betapa cepatnya orang melupakanmu setelah kematianmu maka engkau tidak akan sudi untuk mencari keridhoan seorang pun selain Allah.” Popularitas ternyata rapuh, dan ingatan manusia jauh lebih pendek dari yang kita kira.
Menariknya, Al-Qur’an meletakkan arah hidup ini dengan sangat tenang, tanpa nada menggurui: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An‘am: 162). Ayat ini seperti penanda arah di tengah hiruk-pikuk, mengingatkan bahwa hidup bukan soal berdiri paling tinggi di antara manusia, tapi tentang untuk siapa semua ini dijalani.
Rasulullah ﷺ juga pernah mengingatkan bahwa yang diperhitungkan bukan rupa atau harta, tapi hati dan amal (HR. Muslim). Mungkin hidup memang bukan soal seberapa ramai kita dikelilingi orang, tapi soal ke mana kita melangkah ketika keramaian itu bubar. Dan saat semuanya sunyi, pertanyaannya tinggal satu: selama ini, kita sebenarnya sedang mencari ridha siapa?
Dari Pinggir Keramaian
Ku melihat satu berdiri paling depan,
kilau harta memantul di wajahnya.
Yang lain tertawa terlalu keras,
bukan karena lucu, tapi perlu.
Ia juga melihat jarak yang dingin,
tatapan yang tak pernah sejajar.
Saat riuh itu padam perlahan,
tersisa sunyi—dan nama yang cepat hilang.
Mas Bojreng hanya bisa ber Istighfar
#TemporaryFame #SeekingApproval #HollowFriendships #EgoAndIllusion #OnlyGodRemains
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng

No comments:
Post a Comment