Dalam gua, Saat Anggota Tubuh Bersaksi

Dalam gua, sendiri, berpikir, mengingat dan menuliskan.

Beberapa saat yang lalu ngobrol dengan sapah seorang sahabat, ‘Kepikiran nggak sih, Surah Yasin ayat 65… nanti tangan sama kaki kita yang ‘ngomong’?’” Obrolannya ringan, tapi entah kenapa nempel. Di ruang periksa, pas lagi nulis diagnosis atau nentuin terapi atau tindakan, kalimat itu kayak ikut duduk di sebelah. Jadi bukan cuma mikir “ini cepat selesai”, tapi juga, “ini bener nggak ya, ini jujur nggak ya?” Rasanya sederhana, tapi bikin langkah jadi lebih hati-hati.

Bukan soal takut yang bikin tegang, lebih ke diingatkan pelan-pelan. Bahwa yang dikerjain hari ini, sekecil apa pun, ada jejaknya. Tangan yang nulis resep, kaki yang bolak-balik ke pasien, semua ‘ingat’. Jadi ya, jalanin aja dengan niat yang lurus. Nggak perlu dramatis, cukup jaga supaya yang dilakukan tetap bersih. Karena nanti, yang bersaksi bukan orang lain—tapi diri sendiri.

Saat Anggota Tubuh Bersaksi

Di hari sunyi tanpa lidah,
tangan berbicara tanpa dusta,
kaki mengingat setiap jejak,
rahasia pun terbuka tanpa diminta.

Apa lagi yang ingin disembunyikan,
jika diri sendiri menjadi saksi,
bukan dunia yang menilai,
tetapi hakikat yang tak bisa lari.

Masihkah hati berani lalai,
saat kebenaran menunggu di ujung waktu,
atau kita pura-pura lupa,
padahal tubuh telah tahu?

Mas Bojreng dalam gua nya

#FaithInAction #MindfulPractice #SilentWitness #IntegrityMatters #Yasin65
#poem #poetry #poetsofinstagram #poets #poet #poetrycommunity #catatanmasbojreng #masbojreng 

Comments

Popular Posts